Tampilkan postingan dengan label MyQuotes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MyQuotes. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Desember 2012

how are you?

"dan sebutlah nama Tuhan mu sebanyakbanyaknya dan bertasbihlah di waktu petang dan pagi" QS. Ali Imran:41 ayat 109. sederhana, namun menusuk.
Terutama untuk ukhti yang dihatiny masih tertanam bibit bibit rasa, yang siap tumbuh segera setelah tersiram butir butir embun. Menyesakkan. Meski jelas terlihat bahwa si dia tidak hanya mengirimkan surel itu kepadanya. Cc nya berjumlah 3 orang. Namun mengapa hatinya tetap melayang? Melayang meski sejenak. Tapi intinya toh tetap melayang.
Sederhana. Meski hanya secuil perhatian yang diberikan. Sebenarnya, tak dapat dipastikan apa tujuan pasti surel itu dikirim kepadanya. Apa maksud hati dari si dia. Sekadar bertanya kabar kah, atau??
Sederhana. Terbawa arus yang lumayan deras si ukhti. Pikirannya cukup tersita.
“Antum mestinya lebih paham, hal-hal apa yang baik dilakukan, apa yang tidak. jangan bersikap seperti ini. Berhenti melakukan hal-hal kecil yang ambigu. Berhenti. antum paham kan?..”
Sebuah kontradiksi. Membalas sewajarnya atau hanya mendiamkan email tersebut...
SDC-300411
ada satu catatan dari catatan ini yaitu kini si ukhti sudah tersadar bahwa antum nya sudah berubah.. jauuh berubah.. catatan ini dibuat 30 april 2011, meski surel tersebut sampai kini masih ada, dipastikan sudah tidak ada tempat untuk si antum di hati ukhti.. yeah!!

SDC-100311

'mengeja kembali makna cinta'
setiap manusia memiliki cinta dalam dirinya. Manusia terjahat pun, ikhwah sekalipun.
Cinta itu fitrah. Itu yang sudah sangat sering menjadi pembenaran. Pledooi mereka yang terjebak cinta yang tak semestinya.
Cinta memang fitrah, tapi bagaimana mengelola ketika merasakannya adalah tak selalu menjadi fitrah.
Cinta itu serupa dengan amarah. Tapi tak sama.
Cinta dan amarah sama-sama perlu tempat penyaluran. Tapi bagaimana dangan bijak menyalurkannya adalah sebuah keputusan.
Fitrahnya cinta dan fitrahnya manusia sebagai makhluk sosial, bersinergi, menghasilkan sisi negatif cinta. Sudah banyak produknya. Cinta lokasi (bukan cuma di lokasi syuting, ladang amanah pun pernah mencatatkan record nya), cinta syar'i (??), Ttm (basi bgt), bahkan Tts(teman tapi saudara. Bukan saudara sekandung sih, tapi tetep adik-kakak an gitu deh..).
Hidup sendiri sebagai makhluk sosial memang nggak mungkin. Tapi bukan berarti harus lawan jenis kan yang selalu ada sebagai temen deket, tempat curhat, temen pulang bareng, belajar bareng? Masih banyak kok temen-temen cewek yang pastinya jauh lebih care dan perhatian sama kamu. So, apa yang kamu cari? sebuah pembenaran lagi-lagi.
Satu hal yang selalu di nomor sekiankan oleh temen-temen yang sedang feel of love or falling in love, adalah cinta kepada yang Maha Pencipta. Allah Azza wa Jalla.
Padahal Allah ga capek-capeknya untuk kasih cinta&sayangnya untuk kita. Emang beda bentuk dari cinta nya Allah ke kamu sama dari cinta nya ‘aa ke kamu.
The simple one is, Allah kasih kamu kedua mata sempurna nan indah, apa bisa digantikan dengan kasih sayangnya’ aa kamu, yang nganter jemput kamu kemanapun kamu pergi, tapi dengan, (maaf) mata yang tidak dapat melihat? Jelas beda kan say, cintanya Allah ga akan pernah bisa tergantikan oleh apapun. Makanya, kamu ga harus nangis terisak-isak, tersedu-sedu, bahkan gantung diri (na'udzubillah),cuma karna diputusin cinta sama ‘aa.
Ukhti cantiik, banyak cara pnyaluran cinta yang mudah dan diridhoi Allah koq. Coba bagi cintamu untuk teman-temanmu, sahabatmu. Hidupkan kembali ukhuwah islamiyah...
Yuk, kita coba...
SDC-100311
catatan ini kubuat nyaris satu tahun lalu, andai saat ini aku bisa berteriak lantang mengatakan hal yang sama..

SDC-020611

Ya Rabbi, berat rasanya kubuka kembali lembaran demi lembaran buku itu. Kata demi kata kubaca, aku seperti terseret kenangan, berada ditempat yang sama dua tahun lalu. Jika orang mengatakan itu cinta, dan cinta itu fitrah, mengapa harus hadir saat tak diundang? Harus jatuh kepada orang yang tak tepat? Harus menyakiti dan membuat noda di hati? Mengapa ahammiah ma'rifatullah menjadi sirna? Muraqabatullah dan mardhotillah, terlupakan. Dan setan pun menjadikan indah fatamorgana yang terkenang. Lalu, dimana letak fitrahnya?
“Fitrahnya, ada dalam dirimu. Seberapa yakin dirimu akan perintah Tuhanmu, Allah azza wa jalla. Melaksanakan perintahNYA, dan menjauhi laranganNya. dan memercayai takdirNya. Jika nanti akan kau temukan sesuatu yang halal, mengapa harus sibuk kau cari yang haram? seakan akan kau tak percaya akan takdir. Dan jika pun benar ia itu adalah takdirmu, mengapa harus kau mulai dengan sesuatu yang tidak Allah sukai. Dan kau menodai cinta.”
Aku bersyukur kpd Allah yang menjagaku saat itu, hingga saat ini. Meskipun aku tak tahu apakah hati ini terlanjur ternodai atau tidak.
“Allah Swt Maha Pemaaf. Tak usah kau sibukkan dirimu dengan kenangan masa lalu. Jika pun terkenang, tersenyumlah, berterimakasihlah. Karenanya, kau belajar. Tak mungkin kau ulangi kesalahan yang sama, bukan? Masih banyak hal yang harus kau lakukan. Masih banyak kewajiban yang mesti kau tunaikan. Tapi tidak banyak waktu yang kau miliki untuk mengumpulkan amal sholeh yang akan menjadi pemberatmu di yaumil mizan. Surga Allah terlalu mahal untuk kau masuki.
Bismillah. Bergeraklah. Jadikan dirimu bermanfaat bagi oranglain. Jadikan cinta kepada Allah adalah yang tertinggi. setelah itu, biarkan Allah selalu menjagamu, dan melindungimu ditengah teriknya fatamorgana dunia.. “
SDC-020611
catatan ini kubuat 2 juni 2011