Tampilkan postingan dengan label curahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curahan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Oktober 2018

Amanah Allah

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

"... Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu." QS At-Talaq ayat 2-3.

Manusia berencana, Allah yang Menentukan. Terlalu banyak nikmat yang sudah Allah berikan, sampai kemudian lupa bersyukur. Baru sedikit ujian, sudah mengeluh. Astaghfirullah. Ampuni hamba Mu yang sedikit syukur ini ya Rabb. Hamba yang terlalu terburu-buru. Terlalu banyak kemauan. Terlalu tinggi angan. Sampai lupa bahwa Engkaulah Yang Maha Berkehendak.

Alhamdulillah, segala puji bagi Mu ya Allah yang telah memberikan seorang suami yang sholeh kepadaku. Yang Engkau kirim pada waktu yang tepat sebagai jawaban atas doa-doaku. Aku sungguh mencintainya karena Engkau. Dengan nya, semakin bertambah ketaatanku terhadap Engkau. Semoga dia benar menjadi penyempurna separuh imanku dan kami akan berkumpul di syurga Mu kelak. Allahumma aamiin.

Aku manusia biasa. Hal wajar yang diharapkan setiap pasangan yang telah menikah adalah memiliki buah hati. Begitupun aku. Menjelang bulan kedua pernikahan ini, aku sungguh berharap bisa mengandung. Aku ingin melahirkan putra putri yang sholeh dan sholehah. Membangun peradaban dan generasi rabbani. Sehingga tiap menjelang tanggal haid, aku selalu cemas. Dengan penuh harap aku berdoa agar aku telat haid kemudian positif hamil.

Tiap pasangan memang memiliki cerita tersendiri tentang pernikahan dan penantian terhadap buah hati. Ada yang langsung diberikan, ada yang menunggu 1 bulan, 1 tahun, atau bahkan bertahun tahun untuk menanti sang buah hati. Menunggu hadirnya anak sebenarnya sama seperti saat menunggu jodoh. Rahasia Allah. Kita tidak tahu kapan Allah akan kirimkan jodoh kita, siapa dia, dan dari mana asalnya. Tapi disaat yang tepat kemudian Allah pertemukan dan penantian itu terbayar sudah. Jika soal jodoh yang terpenting adalah bagaimana kita mengisi penantian itu dengan hal2 yang positif dan semakin mendekatkan diri kepada Allah, begitu juga dengan menunggu sang buah hati.

Kadang aku berpikir bahwa mungkin Allah melihat aku yang belum siap untuk diberi amanah besar ini. Dari banyak hal yang aku sendiri mungkin tidak ketahui. Aku sadar, amanah ini begitu besar. Begitu berat. Seorang anak, titipan Allah. Yang pastilah akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. Kesiapan mental dan ruhiyah sangat diperlukan.

Aku merenung, berpikir, menyadari bahwa penantian ini tidaklah mungkin sia-sia jika kita libatkan Allah dalam setiap prosesnya. Ikhtiar dan doa sebaik baiknya.

Demi Allah, Dia Maha Pemurah, Dia tidak mungkin menelantarkan hamba-Nya. Dialah yang melimpahkan rezeki-Nya kepada kita dengan tiada putusnya...


Kamar kita,
28 Okt 2018
Aku merindukan mu cinta🌸

Jumat, 04 Mei 2018

Rasa


“Ketika ada rasa yang mulai bertunas, seharusnya saat itu juga dipagari dengan ma'rifatullah, dipancang dengan quwatusshillah billah. Agar tunas itu mekar,tumbuh kuat dan berakar nanti saja, pada waktu yang tepat, pada orang yang tepat...”

Kamukah orang itu?
Yang kupercayai sebagai tempat tunas ini mekar, tumbuh kuat dan berakar?

Kapankah waktu itu?
Apakah sesaat setelah tangan mu menjabat tangan ayah ku seraya akad itu terucap?

Maafkan diri ini bila tidak secara utuh dan matang menerapkan prinsip syariat. Ketika kakak mentor di SMA mengatakan bahwa pacaran itu haram dan ada banyak batas hubungan antara laki-laki dan perempuan, aku langsung mengambil sikap dengan berprinsip bahwa aku akan menjaga jarak dengan sosok bernama laki-laki dan menutup hatiku rapat-rapat. Tidak pernah aku bersikap lembut apalagi manis kepada mereka. Bukankah fitnah terbesar bagi laki-laki adalah kaum wanita? Maka pikirku, wanita memegang peran besar dalam terwujudnya fitnah tersebut. Jadi, tidak ada suara mendayu, wajah ramah, apalagi kedekatan secara fisik terhadap mereka. Tak elak aku menyandang predikat 3 tahun berturut-turut sebagai si jutek. Tak apalah, toh aku punya alasan atas sikapku. Menyimpan kelembutan dan senyum termanis ini hanya pada waktu yang tepat, orang yang tepat...

Tetapi kemudian aku tersadar. Saat aku merasa inilah waktunya membuka pintu hati yang sudah lama tertutup ini, aku kesulitan menemukan kuncinya. Dan pintu ini susah sekali untuk dibuka. Sikapku terlalu cuek terhadap dia -makhluk laki-laki- yang hanya sekedar mendekat kepadaku dan rasa canggung menyelimuti diriku bagaimana harus bersikap kepadanya.
Aku tidak tahu caranya!

Jadi, untukmu yang datang kepada ayahku, aku memohon pengertian mu terhadap diri ini yang masih belajar bagaimana bersikap kepada sosok yang masih asing bagi diri ini. Namun kau tak perlu meragu, karena aku akan seutuhnya mencintai mu karena Allah...

Rabu, 24 Januari 2018

Manis

Mama selalu bilang, "Jadi perempuan itu jangan jutek, harus manis, senyum, jangan nunduk aja, lah gimana mau ketemu jodohnya kalo nunduk terus??" . Aku cuma bales dengan ketawa ketiwi.

Tapi itu dulu kok. Sebelum kita sama-sama belajar dan aku kasih pengertian ke mama. Pelan-pelan. Seperti kisah kaos kaki dan jilbab menutupi dada. Semua harus disampaikan sebaik mungkin.

Jadi, banyak yang bilang kalo aku ini jutek, ga pernah senyum. Meski itu semua hanya mereka yang menilai aku sesaat dan sekelumit. Mereka yang sudah kenal baik dan lama denganku akan tahu dan paham siapa aku sebenarnya.

Aku bukannya ga bisa senyum, cuma ga mau aja (haha). Seriiuuus. Aku cuma ga mau menjadi fitnah bagi kaum adam. Entah yang dihatinya ada penyakit ataupun tidak. Karena seberat-berat fitnah bagi pria adalah kaum wanita. Meski banyak wanita yang ga sadar dengan tetap membiarkan lawan jenis memandang sepuas hati mereka karena sang wanita sendiri tidak menghargai dirinya. Aku cuma ingin menghargai diriku sendiri.

Jadii, menyadang 3 tahun berturut-turut selama SMA sebagai terjutek, yaa aku sih biasa aja. Selow.
Karena senyum termanisku itu, cuma buat kamu, iya kamu, jodoh yang Allah swt tetapkan untuk ku, pangeranku...

Senin, 22 Januari 2018

Mama dan Doa

"Don't underestimate your parent's dua for you. Their dua are so important that Allah recorded them in the Qur'an. Ask them to make dua for you. Right now" Nouman Ali khan

Sejak saat itu, setiap hari sebelum aku berangkat bekerja, aku selalu mencium tangan ibuku. Aku selalu berkata, "Ma, doain aku ya."
Ya, sejak saat itu.

Saat itu adalah hari pertama aku bekerja. Pekerjaan diluar zona nyamanku. Tempat bekerja dengan jarak yang tidak dekat dan waktu yang tidak sebentar. Terlebih saat aku aku bekerja sambil kuliah. Ya, aku bekerja untuk memenuhi biaya kuliahku sendiri, aku ingin mandiri.

Aku selalu merasa berat ketika akan berangkat bekerja. Aku selalu takut. Takut jika nanti datang terlambat. Takut jika nanti aku bisa membuat kesalahan pada pekerjaan ku. Takut mengecewakan atasanku. Dan takut takut yang lainnya.
Padahal ketika sampai disana sih biasa saja. Bekerja.

Maka pada hari itu, kucium tangan mama. Aku berkata, "Ma, doain aku ya." Kemudian hari berjalan lancar. Ringan rasanya melangkah. Berkah rasanya perjalanan. Begitu seterusnya, aku selalu meminta mama mendoakan ku. Doa yang tidak spesifik, ya doa saja. Doa diberikan kebaikan dan keberkahan untuk sepanjang hari aktivitas ku.

"Dan apabila mata ibumu sudah tertutup, maka hilanglah satu keberkatan disisi Allah, yaitu doa seorang ibu. "

Sekarang, tidak hanya saat akan berangkat bekerja aku mencium tangan mama dan meminta doa nya. Disaat aku sedang sedih, sedang merasa berat dan lelah dalam menjalani hidup, merasa putus asa akan hal yang belum aku dapatkan, secara random aku berkata, "Ma, doain aku ya." Tidak pernah spesifik. Dan mama hanya mengiyakan, sambil bercanda membuatku tertawa. Kadang dalam hatiku aku berbisik, "Ma, aku ingin menikah. Tapi jodohnya belum Allah kirim. Doain aku ya ma."

Ya, mama selalu menjadi segalanya bagiku. Doa dan ridho nya adalah nafasku.

"Jangan meremehkan kekuatan doa dari kedua orangtuamu. Doa mereka begitu sangat penting hingga Allah mencatatnya dalam Al Qur'an. Mintalah mereka untuk mendoakanmu. Sekarang juga." Nouman Ali khan

Kamis, 28 Desember 2017

Draft

Assalamu'alaykum, mas, apa kabar?
Apa kamu suka membaca buku?
Beberapa bulan ini saya sering membeli buku. Buku yang tema nya tentang jodoh dan pernikahan. Baru beberapa bulan ini saya benar2 berani mengambil keputusan bahwa saya harus menyiapkan diri untuk menikah. Padahal sudah dari tahun 2016 saya mengikuti seminar pranikah. Tapi saat itu rasanya azzam ini belum terlalu kuat. Hanya asal saja bilang tahun 2017, kalau ditanya kapan akan menikah. Hanya sembarang menjawab di usia 25, saat ditanya kapan akan menikah. Saya sendiri tidak tahu apa arti dibalik tahun 2017 dan usia 25.
Momen pernikahan pertama kali yang saya datangi bersama teman2 liqo adalah ketika sma. Ketika murabbiah kedua saya (setelah regrouping kelompok) menikah. Dan bercerita bagaimana proses beliau menuju pernikahan. Beliau mengatakan beliau cukup terlambat mempelajari ilmu pernikahan. Kurang rasanya saat proses 3 bulan itu baru belajar ilmu pernikahan. Beliau menasehati kami bahwa pernikahan itu perlu persiapan.
Tapi sampai akhir 2016 pun saya belum serius mempersiapkannya. Saat itu mungkin saya masih menikmati bebasnya bekerja saja, setelah jenuh bekerja sambil kuliah. Baru kemudian di tahun 2017, sahabat terdekat saya menikah. Dari 4 orang sahabat sma, tersisa dua. Dari 5 orang sahabat di kampus, pun tersisa dua. Kemudian entah azzam ini menguat ataupun rasa iri yang muncul. Ingin segera menikah. Meskipun saya sendiri masih mencurigai apa sebenarnya motivasi saya ingin menikah di tahun ini.
Maka saya membeli buku2 ini. Sebagian saya pinjam. Saya baca. Kemudian saya kembali meluruskan niat saya, mempersiapkan sebaik-baiknya, memperbanyak doa dan memperbaiki amal.
Mas mau saya pinjamkan buku2 nya?
Setidaknya kalau kita berjodoh, kita sudah memiliki pemahaman yang sama, kalaupun tidak, dapat menjadi bekal untuk diri kita masing2 kedepannya..
Atau mas punya buku yang bisa saya pinjam untuk dibaca??

Kamis, 21 Desember 2017

Pandangan

Bagi orang lain mungkin bertemu dengan seseorang adalah hal yang menyenangkan. Tapi tidak bagiku. Bertemu denganmu sangat menyesakkan. Mengalihkan pandangan ini sangat menyulitkan. Menenangkan hati ini sangat menyedihkan. Kenapa? Karena pandangan pertama merupakan anugerah, sedangkan pandangan berikutnya adalah panah-panah setan..


Maka izinkan aku menundukkan pandangan..

Kamis, 26 Oktober 2017

WOMAN

It's about feeling of woman.

Perempuan hanya butuh pernyataan tegas.
Bukan perkataan manis, rayuan pulau gombal, janji tanpa ada realisasi.

Perempuan butuh kejujuran untuk kemaslahatan hatinya.
Disampaikan bahwa dirinyalah yang tercantik yang ada dimata engkau,  bahwa masakan nya tetaplah yang terlezat dari yang terlezat, bahwa kecintaan engkau bertambah setiap detik engkau melihatnya.

Perempuan hanya butuh diyakinkan.
Diyakinkan bahwa memang dirinyalah yang engkau pilih menjadi bidadari selamanya.

"Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya." Qs. 'Āli `Imrān :159

Because, It's about feeling of woman.

Rabu, 18 Oktober 2017

Perjanjian yang Kokoh

Selalu ada ibroh (pelajaran) yang dapat kita ambil dimanapun, kapanpun. Apalagi disebuah tempat bernama rumah sakit. Ketika sehat menjadi begitu berarti. Ketika sehat menjadi sebuah anugerah, harapan terindah.

Ada satu hal. Sesuatu yang selalu membuatku tersenyum diselimuti rasa haru. Ketika melihat sepasang suami istri begitu sabarnya saling mengasihi. Mengantar pasangannya sejak pagi, menemani satu demi satu proses hingga siang hari mengantri obat. Bukan muda lagi usia pernikahannya, tapi kasih sayangnya masih hangat terasa, kesabarannya masih terjaga. Bahkan dengan penyakit yang benar-benar menguji kesabaran. Demensia. Sang pasangan tetap sabar menggandengnya, atau mendorongnya dengan kursi roda, bahkan mendorong bed karena sang pasangan hanya dapat berbaring. Dan bukan hanya sekali, tetapi rutin berbulan-bulan.

Pernikahan merupakan perjanjian yang kokoh (Mitsaqan Ghaliza). Itu yang aku lihat dari mereka. Saling mengasihi disaat senang ataupun sedih. Dari muda hingga tua. Disaat sehat maupun sakit. Sakinah, mawadah, warahmah.

Subhanallah, aku belajar banyak dari mereka. Setiap hari. Belajar arti sabar, sayang, marah, pengorbanan. Cinta yang menjelma menjadi segalanya. Semoga Allah swt memberikan keberkahan untuk kita semua. Dan aku dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi hari demi hari..

Jumat, 01 September 2017

Pertanyaan

Naifnya diri ini karena berharap cukup satu kali saja untuk melakukan proses. Bertukar biodata, bertemu, lalu cocok kemudian lanjut ke jenjang berikutnya. Pernikahan. Sesederhana itu.

Nyatanya, aku pun butuh jatuh berkali kali untuk berada di posisi karir ini. Pekerjaan yang dicaci namun dicari. Gagal di tes pertama, Gagal di nilai kewarganegaraan, bahkan gagal di tahap akhir wawancara. Ya, itu proses. Pahit. Namun ketika berhasil akan terasa sangat manis.

Begitupun proses taaruf ini. Ah, aku selalu tidak mampu untuk tidak melibatkan perasaan. Dan dalam proses ini pun aku melibatkannya. Perasaan kecewa. Mengapa harus memulai jika belum ada kesiapan? Mengapa harus memulai jika tahu dalam waktu dekat belum siap untuk ke jenjang berikutnya? Mengapa harus memulai jika target menikah masih jauh di bulan sana? Pertanyaan yang aku sangkakan padanya.

Waktu berlalu. Kemudian aku menyadari. Bahwa pertanyaan itu bukanlah untuknya. Melainkan untukku sendiri. Aku yang meragu. Belum yakin saat memulai proses ini. Niat dan kesiapan. Aku mencurigai niatku sendiri akan kesiapan menikah. Apakah ini saat yang tepat untukku memulai proses? Bukan karena satu persatu sahabatku mulai menggenap? Apakah ini hanya euforia sesaat?

Ternyata pertanyaan itu bukan hanya untukmu. Melainkan juga aku.
Kamu yang sedang berada di padang arafah,
Bolehkan aku titip doa,
Ya Allah aku ingin menikah...

9 Dzulhijjah 1438 H

Senin, 13 Maret 2017

Melankolis Sempurna

Kemantapan hati adalah ketika mencurahkan seluruh isi hati sambil berpelukan dengan mama. Kemudian sama-sama menangis sambil terisak berbicara lalu tertawa. Ya, kami sadar kami si mata yuyu. Yang mudah sekali menitikkan air mata. Melankolis sempurna, aku menyebutnya. Mama, yang syurga ku ada di kaki nya, yang ridho Tuhan ku Yang Maha Besar ada pada nya, yang segalanya aku persembahkan untuk nya. Aku mencintainya ♥

Sabtu, 25 Februari 2017

Definisi Bahagia

Ketika yang lain mulai mengenyam pendidikan profesi sedangkan kita belum,
Berbahagialah, karena mereka teman kita

Ketika yang lain bekerja di tempat yang menurut kita prestige sedangkan kita tidak,
Tetaplah berbahagia, karena mereka sahabat kita

Ketika yang lain menyebar undangan dan meminta doa restu sedangkan kita urung,
Tetaplah dan tetap berbahagia, karena Allah swt Maha Mengetahui sedangkan kita tidak.

Berbahagialah. Berbahagialah dengan Allah swt dan takdirNya untuk kita♥

Senin, 31 Desember 2012

Andai...



andai dakwah adalah sebuah aktivitas semata, dan forum itu hanyalah sebuah event organizer belaka, tak perlulah kau isi ruhiyahmu dengan ilmu sebagai bekal langkahmu. Tak perlu juga kau lakukan ibadah serta amalan untuk perbaikan dirimu, bahkan tak perlu kau sibukkan dirimu dengan akhlakul karimah karena dirimu takkan menjadi cermin bagi saudaramu yang lain.. andaikan saja...

SDC-290511

Rabu, 26 Desember 2012

Petunjuk Allah swt

Aku sungguh-sungguh bersyukur kepada Allah swt karena telah menyadarkankanku akan ekspektasi berlebih padanya. Allah memberikan petunjuk kepadaku bahwa dia bukanlah orang yang pantas aku tunggu dan aku harapkan. Dia melakukan hal sama seperti mereka diluaran sana. Aku kecewa. tapi kekecewaan ini membuatku bangkit dan kembali sadar bahwa :
kini kusiap kembali ke awal hidupku. menyibukkan diriku dengan hal-hal yang lebih bermanfaat. dakwah,liqo, bekerja,belajar.. menjadikan diriku pribadi terbaik agar aku pantas menjadi pendamping pangeranku yang telah tertulis di Lauhul Mahfuz.
tiada lagi galau karena memikirkan pasangan...
Ya Allah, bantu aku menata hatiku kembali, dan menyiapkannya untuk pangeranku yang halal di mata Mu, kelak... Aamiin ^^

Jumat, 02 November 2012

두근 ~ dugeun ~ pitapat

Dua hari menjelang uts pertama ku di perkuliahan S1 Farmasi. Rasanya jantungku berdebar kencang. 두근 두근.. Krn masih terasa baru kemarin aku mengisi krs. Cukup memusingkan krn rasanya semua ini masih baru bagiku. Atmosfer kampus, tipe dosen dan soal soalnya, terlebih jam kuliahku yang kini berbeda 180°. Ditambah semakin bertambahnya beban yang aku rasakan. Keinginan untuk mendapatkan hasil uts yg terbaik demi membahagiakan mereka (lagi) dan juga demi tdk menyianyiakan biaya kuliah yang sangat mahal untukku bebani kpd mereka. Aku harus bisa!! Terlebih aku yang bisa dibilang msh punya banyak waktu utk belajar dibanding kakak2 lain yg harus membagi waktu kerja mereka dgn persiapan uts. Ya, aku harus bisa!! Semangat!! Satu jalan menuju syurga sedang kutempuh. Bismillah, semangat dan lakukan yang terbaik!! Innallaha ma 'ana.. :-)

Minggu, 30 September 2012

Crying

Bingung dan tidak bisa memahami apa yang sedang Allah swt rencanakan. Meskipun mungkin benar ikhtiar yang aku lakukan belum sekeras yang dia lakukan. Meskipun mungkin ternyata doa dia dan kedua orangtuanya lebih kuat daripada yang aku lakukan. Meskipun mungkin ada aktivitas dakwah yang ternyata dia lakukan sedangkan aku tidak tahu dan cukup sombong dengan sedikit saja aktivitas dakwah yang aku lakukan. Bingung dan belum bisa memahami.

Sudah banyak lamaran yang aku ajukan tapi belum satu pun membuahkan hasil. Jangan kan lolos, dipanggil untuk ikut tes saja belum. Sedangkan dia sibuk menjalani tes sana-sini, wawancara ini-itu. Padahal kalau boleh dibanding bandingkan, aku mungkin sedikit lebih baik daripada dia.

Mencoba membesarkan hati dan terus husnudzhan kpd Rabb ku. Namun aku tetap tidak bisa paham apa rencana di balik ini semua. Apa memang aku hanya disuruh untuk fokus kuliah tanpa diperbolehkan untuk memanfaatkan ijazah D3 ku? Apa aku tidak berhak mendapatkan kesempatan untuk membuktikan diri bahwa aku juga bisa bekerja sambil kuliah? Apa seburuk itukah aku? Ataukah ada rencana lain dibalik ini semua. Jika iya, apa ya Rabb,, sungguh diri ini terlalu cemas untuk menunggu jawaban yang terlalu lama.

ㅠ.ㅠ
Menangis dan berteriak sejadi-jadinya adalah hal yang sangat ingin kulakukan saat ini. Berharap bisa mengurangi beban di pundak dan penat di otak.

Cry, cry, why not me?
Rasanya ingin kubuang saja sertifikat itu.
ㅠ.ㅠ

Minggu, 25 Maret 2012

masa-masa sulit



masa-masa tersulit saya kuliah adalah saat ini. ya, saat ini. penyusunan proposal tugas akhir yang bahkan saya belum tahu penghujungnya akan seperti apa. dada sangat sesak seakan-akan iskemi. menarik napas panjang namun tak juga berkurang sesaknya.

semakin dipikirkan akan semakin stress. depression.
namun, ada satu penawar yang jitu yang kuketahui. resep mujarab yang menyebabkan vasodilatasi pembuluh darah di jantung ini. ya, pertolongan Allah. berharap pertolongan Allah adalah hal terindah dan membuat diri ini lega. keyakinan bahwa proses ini adalah memang jalan untuk meraih tingkatan lebih tinggi dalam ujian hidup dan keimanan.

masa-masa sulit ini membuat saya merasa sangat dekat denganNya dan terus berusaha lebih dekat denganNya...
bismillahi tawakkaltu 'alallah..
innalaha ma ana...

Jumat, 23 Maret 2012

it's alright!

it's alright! gonna be ok!!

ini akan baik-baik saja selv..
meskipun kamu harus mengeluarkan banyak tenaga ekstra, meluangkan waktu lebih banyak, dan berkorban segala yang mampu kamu korbankan, untuk mengerjakan ini...

ini akan baik-baik saja selv..
tugas akhir ini berbeda dari yang biasa, dari yang kebanyakan orang lakukan.. akan banyak data yang kamu olah, metode baru yang musti kamu cari bukan sekedar copy, akan banyak pikiranmu yang terkuras, untuk mengerjakan ini...

ini akan baik-baik saja selv..
jangan berubah. tidak ada yang lebih kamu kuasai daripada ini. penelitian? survei??
jangan mundur. karena memang tidak ada pilihan untuk itu.
bertahan selv, hanya bertahan yang mampu kamu lakukan saat ini.
bertahan, dan kuatkan pertahananmu!
bersabar, dan kuatkan kesabaranmu!!
berjuang, pantang menyerah!!!
bukankah motto hidupmu, "Semangat! berjuang dan lakukan yang terbaik"??
kini kupertanyakan itu..!

ini akan baik-baik saja selv..
cheil!! lupakah kamu arti kata itu?
penyemangatmu? cheil?? or nothing??
bukankah ini untuk mereka selv?

ini akan baik-baik saja selv..
mendekat selv, jangan menjauh. kembali pada Allah itu lebih baik.
bukankah kamu memiliki Allah swt yang memiliki segalanya?
Allah yang dapat memberikan kebaikan kepadamu dan menghalau keburukan bagimu?
Allah swt yang Maha Berkehendak??
Turn to Allah, that's the best!!
dan bukankah kamu memiliki saudari-saudari yang senantiasa bersamamu?

ini akan baik-baik saja selv..
it's alright! gonna be ok!!

i'm alright!!
never stop!!!
i'll never cry,,,
cause this is for them

Kamis, 02 Februari 2012

Ini baru Cinta dan Sayang.

nggak perlu banyak kata-kata, cukup satu. Doa

nggak perlu banyak tindakan, hanya satu namun begitu menyentuh

itulah cinta dan sayang yang aku rasakan tulus dari ayah dan ibuku

cinta yg baru kini aku sadari,

Sabtu, 21 Januari 2012

Aku mencintai Allah, sungguh-sungguh mencintai Allah..

Allah dulu, Allah lagi, Allah terus..

Kalau salah satu tanda mencintai itu adalah kagum, aku jawab iya. Kalau tanda yang berikutnya adalah merasakan sesuatu / jantung berdebar saat disebut nama itu, aku juga iya. Apalagi saat dikatakan rela berkorban demi sesuatu itu, aku jawab tentu saja iya. Cinta kah itu??

Rasa ini adalah rasa yang tulus, meski tak dipungkiri penuh dengan harap dan takut. Cinta yang mengharapkan syurgaNya, dan takut akan nerakaNya. Tapi jelas ini cinta, meski aku masih menjadi golongan hamba pedagang (beribadah karena mengharap imbalan) dan juga hamba budak (beribadah karena takut), namun aku dalam proses menjadi hamba yang tepat yaitu beribadah karena kebutuhan akan Allah.. tapi jelas ini cinta.
Memang tidak ada manusia yang sempurna, meski tidak untuk dijadikan alasan bagi manusia dalam melakukan kesalahan. Dan sudah sunnatullah bahwa syaitan akan terus mengganggu manusia untuk diajak menjadi temannya, mengikutinya masuk ke dalam neraka jahannam.. na’udzubillahimindzalik

Tidak terkecuali bahkan sahabat Nabi, Abu bakar ash shidiq ra. Beliau merasakan hal yang jauh berbeda 180 derajat saat bersama dengan keluarganya dibandingkan saat dekat dengan Nabi. Ya, saat di rumah syurga serasa jauh tak dapat digapai, beda ketika dekat dengan sahabat-sahabat yang selalu mengingatkan kita akan kebaikan dan mengingatkan dari kesalahan, syurga serasa dekat bahkan terbayang sungai-sungai yang mengalir dibawahnya. Itulah mengapa kita harus selalu dekat dengan orang sholeh dan menjadikan kesholehan sebagai criteria memilih sahabat.

Begitu pun aku. Sederhananya, aku menyukai nasyid yang selalu mengingatkan aku akan banyak hal dan berbagai pelajaran hidup, terutama terus mendekatkanku kepada Allah swt.. namun harus jujur kuakui aku juga menyukai drama dan lagu korea. Drama2 yang banyak memberi pelajaran hidup (baca tulisan sdcahyaningsih lainnya: Korean Drama), juga lagu2 yang semangat yang kadang kuputar saat aku belajar untuk menyeimbangkan otak kiri dengan kanan ku.. bukankah itu kontradiksi? Bahkan ada yang mengatakan, akhwat kok suka drama korea?? Aku menjawab, kenapa? Ada yang aneh? Memang ada yang aneh? Karena kupikir, Islam itu tidak mengubah kepribadian seseorang, tetapi membingkainya menjadi baik dan sesuai dengan celupan warna Ilahi, bukankah begitu? Haruskah seseorang yang sudah memakai jilbab (panjang pula..) dilarang untuk menyukai hal-hal seperti itu? Entahlah, pendapat tiap orang mungkin akan berbeda, and that’s allright, no problem. Aku menghargai tiap pendapat. Tetapi aku berprinsip bahwa tetap menjadi diri sendiri selama itu tidak bertentangan dengan prinsip syariat, itu tidak masalah, dan juga jangan berlebihan terhadap segala sesuatu dalam hal apapun, okey? And be your self, then shining!! Bersinarlah dalam celupan Islam dan teriakkan pada dunia bahwa kita adalah seorang muslim!! Namun jangan pernah kagum kepada manusia, karena manusia itu tempatnya cela dan khilaf.. berprinsiplah, ambil yang baik dari saya dan buang jauh-jauh keburukan yang saya lakukan, jangan pernah ditiru, namun perbaikilah dan jadikan itu pelajaran!! Saat itu diterapkan, tidak akan ada kata kecewa dalam kamus hidup kita... ^^

Allah dulu, Allah lagi, Allah terus..

Iya, itu prinsip hebat yang baru kudapat dari ust Yusuf Mansyur..
Meskipun banyak hal lain yang kusuka dan kucintai di dunia ini, Allah yang harus didahulukan, kemudian Allah lagi, dan Allah terus..
Meskipun banyak hal yang kulakukan tiap detik ini yang mungkin terlihat jauh dari Allah, kuusahakan bahwa Allah selalu hadir dalam tiap nafasku,
Meskipun tidak selamanya begitu, aku berharap Allah berkenan memaafkan segala khilafku...

Sabtu, 31 Desember 2011

mengeja kata ikhlas

aku masih menyimpan pesan itu.

Ahlan wa sahlan!
Selamat bergabung dengan rombongan kafilah perindu surga!

Juga mengingatnya.

Kisah ini adalah sejarah kami. Sekeping hati, segenggam harapan, seberkas mimpi. Dan sebab fikroh bergandengan, memeluk hangat dakwah ini.

Betapa senang dan bahagia, saat diri yang masih jauh dari kebaikan ini, diajak bergabung dengan yang lain dalam rombongan kebaikan, kafilah perindu surga.. Betapa haru rasanya diberi kepercayaan untuk menjadi bagian kecil dari sejarah dakwah ini, dakwah yang telah berjasa besar dlm hidupku, dakwah yang telah mengubahku menjadi seperti sekarang. Dan aku berkata, Ya! Na'am.

Perjalanan itu tidak mudah, namun bukan berarti sulit. Tiap fase lelah perjuangan, kusemangati dengan tujuan akhir destinasi kami, jannahNya. Juga semangat untuk tetap menyebarkan kebaikan di surau itu, sekolah kami. Meski rasa letih tak hentinya menggodaku untuk berhenti, dan aku bertahan.
Sampai di suatu ketika, aku merasa tidak bisa memberikan yang terbaik yang ku punya. Aku merasa aku tidak total dalam menjalankan amanah ini, terlebih terlalu sering aku mengecewakan dakwah ini karena agenda lain yang lebih kupentingkan. Aku khawatir, dan aku bingung.
Aku berusaha sekuat tenaga untuk tawazun, dan aku sangat ingin untuk mencurahkan segala yang kupunya untuk dakwah ini, namun tempat itu, tidak bisa kutinggalkan. Ikhwahfillah, rumput disana sudah terlalu kuning dan tak bisa kubiarkan terus menguning. Aku harus membuatnya hijau, hijau seperti rumput yang kita rasakan dalam dakwah ini.
Namun, kurasa, akulah yg salah. Yang tidak bisa mempergunakan waktuku dengan baik, yang tidak mampu amanah dalam segala amanah yang kupunya, yang masih tidak dapat berbuat yang terbaik untuk dakwah ini,
dan, ikhlas itu, ternyata, yang belum aku miliki..
Saat aku memutuskan untuk mundur dari rombongan ini, keputusan terberat dan tersulit yang kubuat, karena aku begitu mencintai tempat ini, dakwah ini, karenaNya, karena rasanya ingin aku membalas semua nikmat dan hidayah yang telah Allah swt berikan kepadaku, melalui perantara dakwah ini, namun kekhawatiran tidak bisanya ku berbuat tawazun akan waktu yg kupunya, membuatku harus memutuskan. Sakit rasanya.
Entah mengapa semakin sakit saat melihat nama-nama kafilah baru itu, sedangkan aku tidak termasuk di dalamnya. Sakit. Ada perasaan aneh, aku tidak tahu apa.
Namun, ku menduga, itu ikhlas. Keikhlasan ku dipertanyakan.
Awalnya, aku mungkin sedih dan sakit karena tidak lagi bisa berkontribusi di dakwah ini, namun setelah itu sakit ini berubah menjadi sakit karena kecewa tidak lagi mendapat pandangan manusia dan dunia, bukan ridho Allah. Aku baru saja menyadarinya. Belajar mengeja kata ikhlas, kemudian menerapkannya. Mengambil hikmah dari kisah batu bata, dan aku tak perlu jadi yang terlihat dalam dakwah ini, cukup kontribusi sekuat tenagaku dalam menguatkan pondasinya. Ya, dan aku bertekad. Kulakukan semampuku, setawazun yang kubisa, seikhlas yang baru kupelajari, karena aku mencintai dakwah ini, dan masih ingin menjadi bagian dari rombongan kafilah perindu surga..

-satudarisekianresolusidi2012-