Minggu, 30 April 2017

Cinta Tak Harus Memiliki

Mengambil ibrah dari kisah cinta seorang sahabat Rasulullah saw., Salman Al Farisi. Ia adalah mantan budak dari isfahan yang mencoba mencari kebenaran hingga akhirnya menemui Rasulullah dan masuk islam.

Suatu ketika terpikirlah oleh Salman untuk menggenapkan separuh agamanya, ia ingin mencari pendamping hidup, yang akan menjadi teman serta penyemangat dalam perjuangan. Saat itu, ternyata diam-diam menaruh perhatian pada seorang wanita anshar, namun ia tak berani melamarnya, sebagai seorang pendatang ia merasa asing di Madinah, ia tak tahu menahu tentang adat serta budaya arab terkait melamar wanita, tradisi mengkhitbah dan lain sebagainya.

Abu Darda' namanya, ia sahabat baik Salman Al Farisi, penduduk asli Madinah. Salman pun menyampaikan isi hatinya pada Abu Darda' kalau dia sedang tertarik dengan salah seorang wanita salehah dan bermaksud melamarnya untuk menjadi istri. Senyum sumringah tanda bahagia hadir di wajah Abu Darda', ia peluk sahabatnya itu dan ia pun bersedia membantu menemani Salman mengkhitbah wanita itu.

Salman pun mendatangi rumah sang gadis dengan ditemani Abu Darda'. Keduanya begitu gembira. Setiba di rumah wanita salehah tersebut, keduanya pun diterima baik oleh tuan rumah.

"Saya adalah Abu Darda' dan ini adalah saudara saya Salman dari Persia. Allah telah memuliakan Salman dengan Islam. Salman juga telah memuliakan Islam dengan jihad dan amalannya. Ia memiliki hubungan dekat dengan Rasulullah saw. Bahkan Rasulullah menganggapnya sebagai ahlu bait (keluarga) nya." Ujar Abu Darda' menggunakan dialek bahasa Arab setempat dengan sangat lancar dan fasih.

"Saya datang mewakili saudara saya, Salman, untuk melamar putri Anda," lanjut Abu Darda' kepada wali si wanita, menjelaskan maksud kedatangan mereka.

Mendengarnya, si tuan rumah merasa terhormat. Tentu saja, ia kedatangan dua orang sahabat Rasulullah yang utama. Salah satunya bahkan melamar putrinya. "Sebuah kehormatan bagi kami menerima sahabat Rasulullah yang mulia. Sebuah kehormatan pula bagi kami jika memiliki menantu dari kalangan sahabat." Ujar ayah si wanita.

Namun sang ayah tidaklah kemudian segera menerimanya. Seperti yang diajarkan Rasulullah,  ia harus bertanya pendapat putrinya mengenai lamaran tersebut. Meski yang datang adalah seorang sahabat Rasul, sang ayah tetap meminta persetujuan sang putri.

"Jawaban lamaran ini merupakan hak putri kami sepenuhnya. Oleh karena itu, saya serahkan kepada putri kami." Ujarnya kepada Abu Darda' dan Salman Al Farisi.

Sang tuan rumah pun kemudian memberikan isyarat kepada istri dan putrinya yang berada di balik hijab. Rupanya, putrinya telah menanti memberikan pendapatnya mengenai pria yang melamarnya. Mewakili sang putri, ibunya pun berkata, "Mohon maaf kami perlu berterus terang." Ujarnya membuat Salman dan Abu Darda' tegang menanti jawaban.

"Maaf atas keterusterangan kami. Putri kami menolak lamaran Salman." Jawab ibu si wanita yang tentu saja akan menghancurkan hati Salman. Namun Salman tegar.

Tak sampai disitu, sang ibunda melanjutkan jawaban putrinya, "Namun karena kalian berdualah yang datang dan mengharap ridha Allah, saya ingin menyampaikan bahwa putri kami akan menjawab 'iya' jika Abu Darda' memiliki keinginan yang sama seperti Salman," kata ibu si wanita. Wanita yang Salman inginkan untuk menjadi istrinya, wanita yang karenanya ia meminta bantuan Abu Darda' untuk membantu pinangannya. Namun justru wanita itu memilih Abu Darda', yang hanya menemani Salman.

Sampai disini kita berhenti sejenak, coba bayangkan kira-kira apa yang dirasakan dan akan dilakukan oleh Salman Al Farisi?

Cemburu? Sakit hati? Atau mungkin merasa membawa orang yang salah sebagai pendamping?

Ternyata hal itu tidak terjadi pada Salman Al Farisi, hati beliau sangat luas dan sangat mulia untuk menerima hal ini. Ia memahami cinta adalah sebuah perwujudan bagaimana orang yang dicintainya bahagia walau ia tak bersama dengannya, ia mengikhlaskan jika ternyata wanita itu lebih bahagia bersama temannya, sahabatnya, saudaranya Abu Darda'.

Dengan ketegaran hati yang luar biasa, ia justru menjawab, "Allahu akbar!" Seru Salman girang.

Tak hanya itu, Salman justru menawarkan bantuan untuk pernikahan keduanya. Tanpa perasaan hati yang hancur, ia memberikan semua harta benda yang ia siapkan untuk menikahi si wanita itu. "Semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan akan kuberikan semua kepada Abu Darda'. Aku juga akan menjadi saksi pernikahan kalian." Ujar Salman sengan kelapangan hati yang begitu hebat.

Begitulah seorang sahabat Rasul, Salman Al Farisi mengajarkan kita tentang cinta, memaknai cinta sebagai anugerah yang harus disyukuri, mengartikan cinta sebagai proses bagaimana menjaga serta melindungi.

Dikutip dari: Buku Jodohmu dekat, dia ada dalam dirimu. (Agus Ariwibowo & Fidayani)

Senin, 13 Maret 2017

Melankolis Sempurna

Kemantapan hati adalah ketika mencurahkan seluruh isi hati sambil berpelukan dengan mama. Kemudian sama-sama menangis sambil terisak berbicara lalu tertawa. Ya, kami sadar kami si mata yuyu. Yang mudah sekali menitikkan air mata. Melankolis sempurna, aku menyebutnya. Mama, yang syurga ku ada di kaki nya, yang ridho Tuhan ku Yang Maha Besar ada pada nya, yang segalanya aku persembahkan untuk nya. Aku mencintainya ♥

Minggu, 26 Februari 2017

Berlari menuju Allah SWT

• Allah memerintahkan kepada manusia untuk bergerak.
Bahkan dalam surat al jumu'ah, Allah menyandingkan sholat dengan perniagaan.

Al-Jumu`ah - 9: "Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."

 
• Dalam urusan yg terkait dgn akhirat, Allah menyuruh menyegerakan.

•Ibnu qayyim: berlari menuju Allah meliputi 3 hal

1. Dari kejahilan menuju ilmu
Jahil bukan berarti bodoh. Jahil bisa juga pandai/memiliki pengetahuan tetapi tidak mau menerima kebenaran. Karena ilmu bukan sekedar pengetahuan tetapi juga tentang penerimaan kebenaran.

Doa nabi yusuf: penjara lebih disukai

2. Dari malas menuju semangat
Malas sgt berbahaya.
Kita harus menerima perintah Allah dengan semangat.
Harus melawan segala kemalasan dan bersegera dalam melakukan kebaikan. Karena ketika bersegera maka tidak ada ruang untuk setan untuk melemahkan kita.

Jadi kita harus punya jadwal yg tetap

3. Dari sesak dada menuju kelapangan
Sesak dada berarti gundah akan segala hal kehidupan. Bersikap murung dan pesimis apabila ada ancaman dunia.
Padahal ancaman yang hak datangnya hanya dari Allah.

Al quran sudah memberi solusinya: ath thalaq 3.
"Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu."

Dicukupkan, bukan langsung diberi yang kita mau.

Allah adl sesuai prasangka hambaNya.

Selain berlari, Allah juga menyuruh berlomba lomba dalam kebaikan.

Jgn meremehkan kebaikan kecil.
Krn kebaikan2 kecil yang dilakukan setiap hari itu dapat menghindarkan dari maksiat2 .

 

• Perintah Allah dlm menjemput rizki:
Utk urusan dunia hanya disuruh berjalan.

Kerajaan (Al-Mulk):15 - "Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan."

 

Jadi, jangan sampai salah menetapkan prioritas.

Yang seharusnya berlari kita malah berjalan, yang seharusnya berjalan kita malah berlari.
Padahal dunia hanya sementara.

-lingkaran ukhuwah, 250217-

Sabtu, 25 Februari 2017

Definisi Bahagia

Ketika yang lain mulai mengenyam pendidikan profesi sedangkan kita belum,
Berbahagialah, karena mereka teman kita

Ketika yang lain bekerja di tempat yang menurut kita prestige sedangkan kita tidak,
Tetaplah berbahagia, karena mereka sahabat kita

Ketika yang lain menyebar undangan dan meminta doa restu sedangkan kita urung,
Tetaplah dan tetap berbahagia, karena Allah swt Maha Mengetahui sedangkan kita tidak.

Berbahagialah. Berbahagialah dengan Allah swt dan takdirNya untuk kita♥

Minggu, 22 Januari 2017

Obat Untuk Kegawatdaruratan Medis (KDM) Bagian Pertama

A. Obat KDM pada ASMA

Pada pasien yang hipoksia karena asma, intervensi pertama adalah diberikan oksigen. Hipoksia yang berat atau serangan status asmatikus (acute severe asthma) yang panjag, intubasi endotrakea mungkin diperlukan.  Sebagai tambahan pemberian oksigen terutama bronkospasme karena asma atau chronic obstructive pulmonary disease  (COPD) adalah pemberian bronkodilator. Bronkodilator yang sering digunakan adalah beta-2-adrenergik, derivat xantin, dan obat antikolinergik.

1. Beta-2-adrenergik
Beta-2-adrenergik merupakan terapi lini pertama untuk asma akut. Epinefrin termasuk dalam kelompok ini. Epinefrin merupakan suatu katekolamin yang dapat menyebabkan dilatasi bronkus dan mengurangi pelepasan histamin sehingga mengurangi alergi dan inflamasi. Namun Epinefrin memiliki efek samping yang tidak diinginkan yaitu tremor, takikardi, dan disritmia. Pada pasien dengan usia lebih dari 40 tahun dapat menyebabkan iskemia karena meningkatkan frekuensi dan kekuatan denyut jantung serta resistensi vaskuler.

Pilihan terapi pada COPD adalah beta-2-agonis selektif dalam sediaan aerosol, karena bekerja cepat, selektif hanya menyebabkan dilatasi bronkus dan tidak menimbulkan efek samping sistemik.

Salah satu profil obat diatas adalah salbutamol (Ventolin nebules).

Ventolin nebules (salbutamol 0,1%, 1 mg salbutamol, as the sulphate, in 1ml)

-Farmakodinamik
Salbutamol merupakan beta-2-agonis selektif. Dalam dosis terapeutik salbutamol berperan sebagai beta-2 adrenoseptor pada bronkus.

-Farmakokinetik
Salbutamol yang diberikan secara intravena memiliki waktu paruh 4 sampai 6 jam dan dieksresikan sebagian melalui ginjal dan termetabolisme menjadi inaktif 4-0-sulfat (fenolik sulfat) yang mayoritas dieksresikan melalui urin dan sedikit melalui feses dalam waktu 72 jam. Salbutmol terikat pada protein plasma sebanyak 10%.

-Cara penggunaan ventolin nebules
Pelarutan: ventolin nebules dapat dilarutkan dengan cairan normal salin steril.

1. Siapkan ventolin nebules
2. Ambil satu ventolin nebules dan buka dengan cara memutar bagian kepala secara perlahan
3. Setelah nebules terbuka, tekan bagian badan nebules dan keluarkan cairan nebules ke dalam reservoir nebulizer yang telah berisi pelarut
4. Kocok reservoir secara perlahan untuk mencampurkan larutan
5. Gunakan nebulizer seperti yang dianjurkan.

2. Derivat Xantin
Derivat Xantin adalah kafein, teofilin, dan teobromin. Efektivitas teofilin hanya 1/3-1/4 dari beta-2-agonis. Namun kadang ada sediaan kombinasi dari salbutamol dan teofilin (Teosal /Teofilin salbutamol 80, 100).

3. Antikolinergik
Ipatropium bromide dapat diberikan secara inhalasi dengan frekuensi yang lebih sering dan telah lama digunakan untuk terapi COPD. Tetapi karena efek sampinya yang relatif lebih banyak maka penggunaannya telah dibatasi. Namun jika diberikan bersamaan dengan beta-2-agonis maka akan meningkatkan bronkodilatasi dengan efek sampung yang minimal. Salah satu sediaan Ipatropium bromide adalah Combivent udv.

Sumber:
1. Priyanto. 2009. Toksikologi. Penerbit Leskonfi. Depok.
2. Brosur Ventolin nebules, Glaxo Smith Kline.

Sabtu, 21 Januari 2017

Farmakoterapi Epilepsi

I. Definisi Epilepsi

Epilepsi : Gangguan kronik di sistem saraf otak yang ditandai dengan kejang berulang

Dibagi menjadi 3:
Primary Generalized seizures dimana melibatkan seluruh cortex cerebral.
Partial Seizures yang melibatkan area otak yang telokalisir
Status Epilepticus (SE) dimana terjadi serangan terus menerus selama lebih dari 5 menit.

II. Etiologi

Terdiri dari 2:
Idiopathic yaitu penyebab belum diketahui

Simptomatik: Cedera struktural, infeksi atau tumor SSP, cacat genetik, abnormalitas metabolik, obat

III. Patofisiologi

Disebabkan karena gangguan elektrik secara tiba-tiba di korteks serebral, dengan mekanisme:
-berlebihnya neurotransmitter excitatory
-kegagalan neurotransmitter inhibitory
-kombinasi

IV. Pengobatan
-gol. Hidantoin: phenytoin (Kutoin, Dilantin)
-gol. Barbiturat: phenobarbital
-gol. Deoksibarbiturat: pirimidon
-gol. Minostilben: karbamazepin (Tegretol)
-gol. Suksimid:
-gol. Benzodiazepin: klonazepam (Riklona)
-asam valproat: Depakote tab, Depakote syr, Ikalep syr
-golongan lain: gabapentin(Alpentin), lamotrigin (Lamictal), levetiracetam (Keppra), pregabalin (Lyrica).

Kunjungi: Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (www.rspon.co.id)

Tatalaksana Stroke

I. Definisi stroke

Stroke: penyakit yang terjadi akibat terganggunya aliran darah ke otak secara tiba-tiba sehingga menyebabkan kerusakan neurologis.

Terdiri dari 2 tipe yaitu:
-Stroke iskemik: disebabkan karena adanya penyumbatan pembuluh darah
-Stroke hemoragik: disebabkan karena pendarahan intrakranial

Bila stroke menyerang, act FAST:
Face: cobalah untuk tersenyum. Apakah ada salah satu sisi wajah yang turun?
Arms: naikkan kedua lengan. Apakah salah satu lengan jatuh kebawah?
Speech: cobalah untuk mengulangi kalimat yng kita sebutkan. Apakah mereka mampu untuk berbicara jelas? Dapatkah mereka mengulangi kalimat?
Time: waktu adalah faktor yang sangat penting. Segera bawa ke RS terdekat.

II. Pengobatan stroke

1. Obat yang digunakan pada stroke iskemik akut
-Terapi trombolitik: tissue plasminogen activator : alteplase
Alteplase terbukti efektif jika digunakan dalam 3 jam setelah serangan akut.

-Terapi antiplatelet: aspirin (Miniaspi, Ascardia, Farmasal), clopidogrel (CPG, Plavix, Vaclo), cilostazol (Pletaal)
Aspirin diberikan secepat mungkin setelah 48 jam dari stroke dengan dosis awal 324 mg (4 tablet dari sediaan 80 mg).
Clopidogrel yang dikombinasi dengan aspirin dapat meminimalkan resiko pendarahan pada pasien stroke iskemik akut dengan riwayat infark miokard.

-Terapi antikoagulan: heparin, warfarin (Simarc)
Penggunaan heparin harus diikuti dengan monitoring INR (antara 2.0-3.0) dan hepari  dapat menyebabkan pendarahan sehingga tidak digunakan pada penderita stroke hemoragik.

2. Terapi pencegahan sekunder
-Antihipertensi:
a. Diuretik furosemid, gol.thiazid : HCT
b. Angiotensin-Converting Enzyme Inhibitor (ACE Inhibitor) : captopril, ramipril. Efek samping yang sering timbul: batuk
c. Angiotensin Receptor Blockers (ARB) : candesartan (Canderin, Blopress), valsartan (Diovan), telmisartan (Micardis). Tidak menyebabkan batuk
d. Calcium channel blocker : amlodipin (Tensivask, Norvask), nifedipin, diltiazem
e. Beta Blocker : bisoprolol (Concor), propanolol. Efek samping yaitu bradikardi.

-Antihiperlipidemia:
a. Golongan statin: Simvastatin, Atorvastatin (Atorsan, Fastor, Lipitor, Stator), Rosuvastatin (Crestor)
b. Golongan fibrat: fenofibrat, gemfibrozil

Kontrol kadar gula darah adalah wajib.
-Antidiabetik:
a. Insulin: Ultra rapid acting (Insulin aspart/Novorapid, Novomix dan insulin glulisin/Apidra) dan long acting (insulin glargine/Lantus)
b. Antidiabetik oral:
>gol. Sulfonilurea : glibenklamid (Daonil, Glucovance), gliquidon(Glurenorm), glimepirid (Amaryl, Glucovance)
> gol. Biguanida : metformin (Glucophage)
> alpha-glucosidase inhibitor: akarbosa (Glucobay)
> gol. Glinid: repaglinid
> gol. Tiazolidindion: pioglitazon
> gol. DPP IV inhibitor: sitagliptin (Januvia), vildagliptin (Galvus).

Jika stroke hemoragik disertai pendarahan (SAH) dapat diberikan nimodipine (Nimotop) dan harus konsul ke bedah syaraf.

Kunjungi: Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (www.rspon.co.id)

Sumber: dari berbagai sumber ^^

Peran Farmasi dalam Interpretasi Pemeriksaan Fisik dan Laboratorium

Interpretasi Pemeriksaan Fisik dan Laboratorium

Tujuan interpretasi:
1. Menilai efek terapeutik obat
2. Menilai adanya efek samping obat
3. Penyesuaian dosis
4. Menilai apakah diperlukan terapi obat
5. Mencegah misinterpretasi

Pemeriksaan fisik:
1. Inspeksi, palpasi, perkussi, dan auskultasi
2. Keadaan umum
3. Vital signs: Temperature, Blood pressure, Heart rate, Respiration rate

Pemeriksaan Laboratorium:
1. Sistem kardiovaskular: EKG, Echo, Cholest HDL LDL VLDL
2. Fungsi ginjal: serum creatinine, blood urea, creatinin clearance, intake-output
3. Fungsi hati: SGOT, SGPT, LDH, GAMMA-GT, Billirubin
4. Darah: RBC, WBC, PLT, HB, PTT/APTT
5. Kimia dan elektrolit: Na, K, HC03, Ca, Mg, PO4, uric acid, albumin
6. Mikrobiologi: gram stain, sensitivity test.