Sabtu, 21 Januari 2012

Aku mencintai Allah, sungguh-sungguh mencintai Allah..

Allah dulu, Allah lagi, Allah terus..

Kalau salah satu tanda mencintai itu adalah kagum, aku jawab iya. Kalau tanda yang berikutnya adalah merasakan sesuatu / jantung berdebar saat disebut nama itu, aku juga iya. Apalagi saat dikatakan rela berkorban demi sesuatu itu, aku jawab tentu saja iya. Cinta kah itu??

Rasa ini adalah rasa yang tulus, meski tak dipungkiri penuh dengan harap dan takut. Cinta yang mengharapkan syurgaNya, dan takut akan nerakaNya. Tapi jelas ini cinta, meski aku masih menjadi golongan hamba pedagang (beribadah karena mengharap imbalan) dan juga hamba budak (beribadah karena takut), namun aku dalam proses menjadi hamba yang tepat yaitu beribadah karena kebutuhan akan Allah.. tapi jelas ini cinta.
Memang tidak ada manusia yang sempurna, meski tidak untuk dijadikan alasan bagi manusia dalam melakukan kesalahan. Dan sudah sunnatullah bahwa syaitan akan terus mengganggu manusia untuk diajak menjadi temannya, mengikutinya masuk ke dalam neraka jahannam.. na’udzubillahimindzalik

Tidak terkecuali bahkan sahabat Nabi, Abu bakar ash shidiq ra. Beliau merasakan hal yang jauh berbeda 180 derajat saat bersama dengan keluarganya dibandingkan saat dekat dengan Nabi. Ya, saat di rumah syurga serasa jauh tak dapat digapai, beda ketika dekat dengan sahabat-sahabat yang selalu mengingatkan kita akan kebaikan dan mengingatkan dari kesalahan, syurga serasa dekat bahkan terbayang sungai-sungai yang mengalir dibawahnya. Itulah mengapa kita harus selalu dekat dengan orang sholeh dan menjadikan kesholehan sebagai criteria memilih sahabat.

Begitu pun aku. Sederhananya, aku menyukai nasyid yang selalu mengingatkan aku akan banyak hal dan berbagai pelajaran hidup, terutama terus mendekatkanku kepada Allah swt.. namun harus jujur kuakui aku juga menyukai drama dan lagu korea. Drama2 yang banyak memberi pelajaran hidup (baca tulisan sdcahyaningsih lainnya: Korean Drama), juga lagu2 yang semangat yang kadang kuputar saat aku belajar untuk menyeimbangkan otak kiri dengan kanan ku.. bukankah itu kontradiksi? Bahkan ada yang mengatakan, akhwat kok suka drama korea?? Aku menjawab, kenapa? Ada yang aneh? Memang ada yang aneh? Karena kupikir, Islam itu tidak mengubah kepribadian seseorang, tetapi membingkainya menjadi baik dan sesuai dengan celupan warna Ilahi, bukankah begitu? Haruskah seseorang yang sudah memakai jilbab (panjang pula..) dilarang untuk menyukai hal-hal seperti itu? Entahlah, pendapat tiap orang mungkin akan berbeda, and that’s allright, no problem. Aku menghargai tiap pendapat. Tetapi aku berprinsip bahwa tetap menjadi diri sendiri selama itu tidak bertentangan dengan prinsip syariat, itu tidak masalah, dan juga jangan berlebihan terhadap segala sesuatu dalam hal apapun, okey? And be your self, then shining!! Bersinarlah dalam celupan Islam dan teriakkan pada dunia bahwa kita adalah seorang muslim!! Namun jangan pernah kagum kepada manusia, karena manusia itu tempatnya cela dan khilaf.. berprinsiplah, ambil yang baik dari saya dan buang jauh-jauh keburukan yang saya lakukan, jangan pernah ditiru, namun perbaikilah dan jadikan itu pelajaran!! Saat itu diterapkan, tidak akan ada kata kecewa dalam kamus hidup kita... ^^

Allah dulu, Allah lagi, Allah terus..

Iya, itu prinsip hebat yang baru kudapat dari ust Yusuf Mansyur..
Meskipun banyak hal lain yang kusuka dan kucintai di dunia ini, Allah yang harus didahulukan, kemudian Allah lagi, dan Allah terus..
Meskipun banyak hal yang kulakukan tiap detik ini yang mungkin terlihat jauh dari Allah, kuusahakan bahwa Allah selalu hadir dalam tiap nafasku,
Meskipun tidak selamanya begitu, aku berharap Allah berkenan memaafkan segala khilafku...

0 komentar:

Posting Komentar