Kamis, 02 Februari 2012

Ini baru Cinta dan Sayang.

nggak perlu banyak kata-kata, cukup satu. Doa

nggak perlu banyak tindakan, hanya satu namun begitu menyentuh

itulah cinta dan sayang yang aku rasakan tulus dari ayah dan ibuku

cinta yg baru kini aku sadari,

Sabtu, 21 Januari 2012

Aku mencintai Allah, sungguh-sungguh mencintai Allah..

Allah dulu, Allah lagi, Allah terus..

Kalau salah satu tanda mencintai itu adalah kagum, aku jawab iya. Kalau tanda yang berikutnya adalah merasakan sesuatu / jantung berdebar saat disebut nama itu, aku juga iya. Apalagi saat dikatakan rela berkorban demi sesuatu itu, aku jawab tentu saja iya. Cinta kah itu??

Rasa ini adalah rasa yang tulus, meski tak dipungkiri penuh dengan harap dan takut. Cinta yang mengharapkan syurgaNya, dan takut akan nerakaNya. Tapi jelas ini cinta, meski aku masih menjadi golongan hamba pedagang (beribadah karena mengharap imbalan) dan juga hamba budak (beribadah karena takut), namun aku dalam proses menjadi hamba yang tepat yaitu beribadah karena kebutuhan akan Allah.. tapi jelas ini cinta.
Memang tidak ada manusia yang sempurna, meski tidak untuk dijadikan alasan bagi manusia dalam melakukan kesalahan. Dan sudah sunnatullah bahwa syaitan akan terus mengganggu manusia untuk diajak menjadi temannya, mengikutinya masuk ke dalam neraka jahannam.. na’udzubillahimindzalik

Tidak terkecuali bahkan sahabat Nabi, Abu bakar ash shidiq ra. Beliau merasakan hal yang jauh berbeda 180 derajat saat bersama dengan keluarganya dibandingkan saat dekat dengan Nabi. Ya, saat di rumah syurga serasa jauh tak dapat digapai, beda ketika dekat dengan sahabat-sahabat yang selalu mengingatkan kita akan kebaikan dan mengingatkan dari kesalahan, syurga serasa dekat bahkan terbayang sungai-sungai yang mengalir dibawahnya. Itulah mengapa kita harus selalu dekat dengan orang sholeh dan menjadikan kesholehan sebagai criteria memilih sahabat.

Begitu pun aku. Sederhananya, aku menyukai nasyid yang selalu mengingatkan aku akan banyak hal dan berbagai pelajaran hidup, terutama terus mendekatkanku kepada Allah swt.. namun harus jujur kuakui aku juga menyukai drama dan lagu korea. Drama2 yang banyak memberi pelajaran hidup (baca tulisan sdcahyaningsih lainnya: Korean Drama), juga lagu2 yang semangat yang kadang kuputar saat aku belajar untuk menyeimbangkan otak kiri dengan kanan ku.. bukankah itu kontradiksi? Bahkan ada yang mengatakan, akhwat kok suka drama korea?? Aku menjawab, kenapa? Ada yang aneh? Memang ada yang aneh? Karena kupikir, Islam itu tidak mengubah kepribadian seseorang, tetapi membingkainya menjadi baik dan sesuai dengan celupan warna Ilahi, bukankah begitu? Haruskah seseorang yang sudah memakai jilbab (panjang pula..) dilarang untuk menyukai hal-hal seperti itu? Entahlah, pendapat tiap orang mungkin akan berbeda, and that’s allright, no problem. Aku menghargai tiap pendapat. Tetapi aku berprinsip bahwa tetap menjadi diri sendiri selama itu tidak bertentangan dengan prinsip syariat, itu tidak masalah, dan juga jangan berlebihan terhadap segala sesuatu dalam hal apapun, okey? And be your self, then shining!! Bersinarlah dalam celupan Islam dan teriakkan pada dunia bahwa kita adalah seorang muslim!! Namun jangan pernah kagum kepada manusia, karena manusia itu tempatnya cela dan khilaf.. berprinsiplah, ambil yang baik dari saya dan buang jauh-jauh keburukan yang saya lakukan, jangan pernah ditiru, namun perbaikilah dan jadikan itu pelajaran!! Saat itu diterapkan, tidak akan ada kata kecewa dalam kamus hidup kita... ^^

Allah dulu, Allah lagi, Allah terus..

Iya, itu prinsip hebat yang baru kudapat dari ust Yusuf Mansyur..
Meskipun banyak hal lain yang kusuka dan kucintai di dunia ini, Allah yang harus didahulukan, kemudian Allah lagi, dan Allah terus..
Meskipun banyak hal yang kulakukan tiap detik ini yang mungkin terlihat jauh dari Allah, kuusahakan bahwa Allah selalu hadir dalam tiap nafasku,
Meskipun tidak selamanya begitu, aku berharap Allah berkenan memaafkan segala khilafku...

Korean Drama

Siapa yang nggak suka drama korea hayoo acungkan tangan??

Nggak suka? Beneran udah melihat terus nggak suka atau jangan-jangan belum pernah melihat sama sekali udah bilang nggak suka?? Hayoo??

Saya sendiri sebenernya nggak tahu sejak kapan drama korea itu ada, namun yang saya ingat drama korea yang cukup terkenal pada masa itu (waktu saya SMP kalo nggak salah) adalah Full house. Yup, yang diperankan oleh Rain dan Song Hye Kyo ini cukup fenomenal kan dimasanya? Cerita yang menarik juga ditambah alur yang tidak membosankan membuat penonton cukup setia mengikuti drama ini dari awal hingga akhir, padahal drama ini cukup banyak lho episodenya. Malah mungkin diantara kita masih ada yang ingat ya penggalan ceritanya, atau rumah yang dijadikan setting tempatnya??
Banyaknya kelebihan dari drama korea, yang itu pun menjadi alasan kenapa saya menyukainya. Ide cerita yang menarik, beda dari ide-ide yang dimunculkan oleh barat ataupun Indonesia sendiri ya..( maaf, tidak bermaksud, tapi semoga bisa jadi penyemangat dan intrispeksi dari kali yaa..) Hampir semua jenis pekerjaan pernah dimainkan di drama korea, mulai dari artis (Full house), pengusaha yang punya perusahaan atau saham gitu (banyak banget klo yang satu ini.. -,-), dokter (surgeon bong dal hee, new heart, doctor champ), pengacara dan jaksa (mong ryong-Sassy girl chunhyang, dan jaksa ma and pengacara seo-Princess prosecutor), pengrajin asesoris (Chunhyang – Sassy girl chun hyang), pencuri (Il Ji Mae) juga tentang sejarah kerajaan (The great Queen Seon deok ) atau yang terbaru dan lagi booming nih, malaikat maut, hehe (49 days). Mantap kan?? Alur cerita nya pun dibuat nggak sederhana, tapi banyak intrik yang membuat penonton tersihir untuk terus nonton hingga t-a-m-a-t.. hehe setting tempat yang bagus-bagus pula.. jadi pengen ke sana.. cherry blossom, pulau Jeju, terutama seoul.. wah,wah, ditambah makanan yang sering ditonjolkan saat dalam drama membuat kita pengen melahapnya juga,, hmm,nyam-nyam (padahal belum tentu cocok di lidah kita ya.. hehe) yang paling menarik adalah gaya bahasa mereka yang unik.. juga tulisannya itu lho, bulat2 gimana gituu.. yah, itu deh pokok mantapnya drama korea.
now, I ask you again. Are you really dislike Korean drama? Have you ever been watched them? Hehe

Saya cukup yakin bahwa tiap orang yang sekali ajaa mencoba untuk melihat drama korea, nanti pasti akan ketagihan. Eitss, bukan karena mengandung narkotik atau psikotropik, tapi karena emang drama korea itu bagus dan qualified deh... Cheil!! Number one pokoknya..

So, what’s your favourite Korean drama??

Rabu, 18 Januari 2012

catatan - bagaimana menyentuh hati

Hati adalah tempat kita merasakan segalanya, suka ataupun benci, senang ataupun sedih, bahagia ataupun marah. Dengan hati, kita mengenal, memahami, menyayangi hingga mencintai. Semua hal, positif maupun negative dapat dirasakan oleh indera yang satu ini.
Bisa menyentuh hati seseorang adalah suatu hal yang sangat baik, terutama menyentuh hati oranglain untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang positif dan berorientasi kepada Allah (berdakwah). Namun, menyentuh hati bukanlah hal mudah untuk dilakukan, butuh metode dan trik-trik khusus. Mengapa? Ya, karena yang mengetahui isi hati seseorang adalah orang itu sendiri dan Allah. Kita tak bisa membaca bahkan menilai apa yang ada didalamnya.
Dakwah adalah sebuat proses yang bertahap (tadarruj). Dimulai dari sebuah proses bernama ta’aruf (saling mengenal). Mari kita simak sepenggal kisah pengalaman Syaikh Abbas Hasan As-Siisi berikut ini..
Suatu hari di tahun 1951 M. saya berada di pejabat cabang Ikhwanul Muslimin di Jalan Iskandarani, Iskandaria. Lalu ada dua orang datang, yang sudah mempunyai janji dengan salah seorang teman. Saya sambut kedatangan mereka dengan menyebut nama-nama mereka. Tatkala teman yang mereka tunggu itu datang, mereka berkata kepadanya, "Kami tidak mengenalnya sebelum ini, tetapi bagaimana ia mengenal nama kami?" Kemudian saya diajak duduk bersama. Lalu saya berkata kepada keduanya, "Bukankah kalian berdua setiap pagi naik trem dari stesen Rashafah?" Keduanya menjawab, "Ya." Saya berkata, "Saya setiap pagi juga naik trem yang sama." Mereka berkata, "Akan tetapi kami tidak melihat anda bersama kami." Saya berkata, "Kerana saya memakai seragam militer." Keduanya teringat dan tersenyum lalu berkata, "Bagaimana Anda mengetahui nama kami?" Saya berkata, "Saya mendengar salah seorang di antara kalian berkata, 'Selamat pagi, Muhammad,' lalu yang satunya menjawab, 'Selamat pagi, Ahmad.'" Keduanya berkata, "Untuk apa Anda menghafal nama kami?" Saya menjawab, "Jawabannya adalah yang terjadi saat ini." Subhanallah.. ^^
Yang berikutnya adalah menghafal nama. Menghafal nama adalah hal yang penting, karena dari sinilah terjadi interaksi dan lahir sifat saling percaya sesama individu. Ia merupakan langkah awal dan benang pertama yang mengikat hati antar individu. Ia adalah benang yang mengikat bolabola kecil yang berserakan. Setiap orang tentu akan merasa senang jika dipanggil dengan namanya, apalagi dengan nama yang paling ia sukai. (satu dari banyak metode menyentuh hati....)

Tersenyum. Ya, tersenyum adalah salah satu metode pengikat hati, sekaligus sedekah yang mendatangkan pahala.
Sabda Rasulullah "Senyummu pada wajah saudaramu adalah sedekah."

Kemudian, memenuhi hak nya.
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Rasulullah saw. bahwa beliau bersabda, "Hak seorang muslim terhadap muslim yang lain ada enam: jika bertemu maka berilah salam, jika tidak kelihatan maka cari tahulah, jika sakit maka jenguklah, jika mengundang maka penuhilah, jika bersin dan mengucapkan hamdalah maka jawablah (dengan mengucapkan 'yarhamukallah', dan jika meninggal dunia maka hantarkanlah (ke pemakaman)."

Pandangan kasih sayang....
Jika pandangan seseorang yang dipenuhi oleh rasa dengki saja dapat menghancurkan, maka pandangan yang penuh cinta dan kasih sayang juga dapat berpengaruh dalam mengantarkan kepada kebenaran yang akhirnya dapat mempererat barisan dan memperkuat bangunan...

Menyebarkan salam dan berjabat tangan...
Tangan adalah alat yang sangat peka. la dapat mene-rima dan mengirim isyarat-isyarat yang tampak pada wajah atau yang tersimpan dalam hati. Berjabat tangan dapat mengukur jarak antara dua hati. Ada orang yang berjabat tangan hanya untuk basa-basi, ada pula orang yang berjabat tangan hanya sekedar menyentuh. Ada orang yang berjabat tangan, sementara wajahnya tidak mengarah pada orang yang di hadapan-nya, ada pula orang yang berjabat tangan disertai dengan tatapan mata yang sejuk. Berjabat tangan dapat menghapus dosa-dosa.
Diriwa-yatkan dari Al-Barra' ra., ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, "Tidaklab seorang muslim yang bertemu lulu berjabat tangan, kecuali bagi mereka ampunan sebelum mereka berpisah."
Diriwayatkan bahwa jika Rasul menjabat tangan seseorang, beliau tidak melepaskan tangan beliau sehingga orang itulah yang melepaskannya.

Dan melakukan sarana-sarana yang dapat membuka hati...
Sarana-sarana untuk membuka hati mad'u sangatlah banyak.
Rasulullah saw bersabda,
"Orang yang paling dicintai oleh Allah adalah orang yang paling berguna bagi orang lain."
"Sebaik-baik amal perbuatan adalah membuat orang muslim lainnya merasa gembira, atau meringankan kesulitannya, atau membayarkan hutangnya, atau memberinya makan."
"Berjalan menemani saudara seiman dalam rangka menyelesaikan keperluannya lebih saya sukai daripada beri'tikaf di masjid selama sebulan."
"Barangsiapa mampu menahan amarahnya, Allah swt. akan menutup auratnya; barangsiapa mampu menahan amarah yang mestinya dapat ia lampiaskan, maka Allah akan mengisi hatinya dengan keridhaan di hari kiamat; dan barangsiapa berjalan bersama saudaranya seiman dalam sebuah keperluan sehingga keperluan itu terpenuhi, maka Allah akan mengokohkan kakinya pada hari di mana semua kaki tergelincir."

Magnet hati
Orang-orang yang kering hatinya dan berkarat jiwanya, telah Allah nyatakan,
"Kemudian setelah itu hati kalian menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada sungai-sungai yang mengalir darinya, dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air darinya, dan di antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh kerana takut kepada Allah. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari yang kalian kerjakan." (Al-Baqarah: 74)
Ayat ini telah menjelaskan bahwa batu itu sensitif. Bahkan ia meluncur jatuh kerana takut kepada Allah. Tetapi kita tidak memiliki peralatan yang dapat membuka rahasia, bagaimana batu itu dapat sensitif. Namun kita yakin (melalui ayat) tersebut bahwa ia memang sensitif, takut, dan melekat satu sama lain karena takut-nya kepada Allah.
Bila batu saja sensitif, gemetaran, dan melekat satu sama lain kerana takut kepada Allah, lalu bagaimana dengan manusia yang banyak diberikan oleh Allah kenikmatan yang besar, seperti akal, perasaan, dan hati sebagai tempat penitipan rahmat??

Keindahan adalah bahasa hati
Kenyataannya memang penampilan yang menarik itu dapat berpengaruh pada hubungan antarpribadi, bahkan hubungan secara umum. Memang, penampilan yang memukau dengan sentuhan sopan santun dan perasaan yang lembut merupakan faktor penggerak dalam memikat hati dan menyentuh perasaan. Kecantikan dan ketampanan seringkali berpengaruh besar dalam memperoleh kesempatan, sehingga menempatkan seseorang pada posisi yang strategi. (Walaupun terkadang melupakan kekurangan, bahkan tidak peduli terhadap semua kekurangan yang ada, yaitu bagi mereka yang hanya mengandalkan penampilan fisik belaka). Sebenarnya, yang dimaksud disini adalah kecantikan dan ketampanan alami yang memancarkan cahaya kebersihan dan kesucian.

Sentilan untuk saya pribadi...

Tukang Sapu dan Tukang Sampah
Ada seorang akh bertanya kepada saya tentang "kiat sukses memikat hati". Saya katakan, "Kita percaya bahwa manusia itu sama. Ini tercermin ketika kaum muslimin berada dalam masjid. Yang miskin duduk ber-dampingan dengan yang kaya, yang lemah berdam-pingan dengan yang kuat, tukang sapu dan tukang sampah sama seperti kebanyakan manusia lain dalam masjid. Tetapi sayang, hal ini tidak diaplikasikan di luar masjid. Apakah ketika Anda lewat di jalanan dan bertemu salah seorang tukang sapu, Anda mengucapkan salam padanya?". "Tidak," jawabnya. Saya katakan, "Itu kerana Anda tidak peduli kepada-nya. Sungguh, Rasul saw. telah melarang perbuatan demikian melalui sabdanya, 'Janganlah kalian menganggap remeh suatu kebaikan walau itu hanya sekedar bermuka ceria ketika bertemu saudaramu.' Bila Anda melakukan hal itu, lalu Anda ucapkan salam padanya, baik kenal maupun tidak, berarti Anda telah menghargai dinnya dan memberinya rasa optimis dalam menatap kehidupan, kerana sebelumnya ia merasa dari golongan terasing dalam masyarakat. Ia merasa tidak seorang pun yang mau memalingkan wajah ke arahnya, tidak seorang pun yang menghargainya atau sekedar mengajaknya berbicara dengan baik.
Bila Anda ucapkan salam kepadanya di suatu hari, maka ia akan menantimu lewat di jalan itu, hanya untuk mendapatkan salam darimu. Ketahuilah, telah banyak orang yang mengabaikan sesuatu yang selama ini la cari-cari dan dambakan."

Cinta karena Allah adalah pembuka hati

Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya agama ini kukuh, maka bimbinglah orang lain ke dalamnya dengan lembut. Sesungguhnya kuda yang terus menerus dicambuk, ia tak akan sampai pada tujuan dan ia sendiri akan mati."

Berdakwah adalah kewajiban setiap muslim dan muslimah.
Allah berfirman, "Serulah manusia) kejalan Rabbmu dengan hikmah dan mahu'izhah hasanah dan bantahlah mereka dengan bantahan yang lebih baik. Sesungguhnya Rabbmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk." (An-Nahl: 125)

Wallahu a’lam bishshawwab
SDC Jakarta, 9.40 pm

Sabtu, 31 Desember 2011

mengeja kata ikhlas

aku masih menyimpan pesan itu.

Ahlan wa sahlan!
Selamat bergabung dengan rombongan kafilah perindu surga!

Juga mengingatnya.

Kisah ini adalah sejarah kami. Sekeping hati, segenggam harapan, seberkas mimpi. Dan sebab fikroh bergandengan, memeluk hangat dakwah ini.

Betapa senang dan bahagia, saat diri yang masih jauh dari kebaikan ini, diajak bergabung dengan yang lain dalam rombongan kebaikan, kafilah perindu surga.. Betapa haru rasanya diberi kepercayaan untuk menjadi bagian kecil dari sejarah dakwah ini, dakwah yang telah berjasa besar dlm hidupku, dakwah yang telah mengubahku menjadi seperti sekarang. Dan aku berkata, Ya! Na'am.

Perjalanan itu tidak mudah, namun bukan berarti sulit. Tiap fase lelah perjuangan, kusemangati dengan tujuan akhir destinasi kami, jannahNya. Juga semangat untuk tetap menyebarkan kebaikan di surau itu, sekolah kami. Meski rasa letih tak hentinya menggodaku untuk berhenti, dan aku bertahan.
Sampai di suatu ketika, aku merasa tidak bisa memberikan yang terbaik yang ku punya. Aku merasa aku tidak total dalam menjalankan amanah ini, terlebih terlalu sering aku mengecewakan dakwah ini karena agenda lain yang lebih kupentingkan. Aku khawatir, dan aku bingung.
Aku berusaha sekuat tenaga untuk tawazun, dan aku sangat ingin untuk mencurahkan segala yang kupunya untuk dakwah ini, namun tempat itu, tidak bisa kutinggalkan. Ikhwahfillah, rumput disana sudah terlalu kuning dan tak bisa kubiarkan terus menguning. Aku harus membuatnya hijau, hijau seperti rumput yang kita rasakan dalam dakwah ini.
Namun, kurasa, akulah yg salah. Yang tidak bisa mempergunakan waktuku dengan baik, yang tidak mampu amanah dalam segala amanah yang kupunya, yang masih tidak dapat berbuat yang terbaik untuk dakwah ini,
dan, ikhlas itu, ternyata, yang belum aku miliki..
Saat aku memutuskan untuk mundur dari rombongan ini, keputusan terberat dan tersulit yang kubuat, karena aku begitu mencintai tempat ini, dakwah ini, karenaNya, karena rasanya ingin aku membalas semua nikmat dan hidayah yang telah Allah swt berikan kepadaku, melalui perantara dakwah ini, namun kekhawatiran tidak bisanya ku berbuat tawazun akan waktu yg kupunya, membuatku harus memutuskan. Sakit rasanya.
Entah mengapa semakin sakit saat melihat nama-nama kafilah baru itu, sedangkan aku tidak termasuk di dalamnya. Sakit. Ada perasaan aneh, aku tidak tahu apa.
Namun, ku menduga, itu ikhlas. Keikhlasan ku dipertanyakan.
Awalnya, aku mungkin sedih dan sakit karena tidak lagi bisa berkontribusi di dakwah ini, namun setelah itu sakit ini berubah menjadi sakit karena kecewa tidak lagi mendapat pandangan manusia dan dunia, bukan ridho Allah. Aku baru saja menyadarinya. Belajar mengeja kata ikhlas, kemudian menerapkannya. Mengambil hikmah dari kisah batu bata, dan aku tak perlu jadi yang terlihat dalam dakwah ini, cukup kontribusi sekuat tenagaku dalam menguatkan pondasinya. Ya, dan aku bertekad. Kulakukan semampuku, setawazun yang kubisa, seikhlas yang baru kupelajari, karena aku mencintai dakwah ini, dan masih ingin menjadi bagian dari rombongan kafilah perindu surga..

-satudarisekianresolusidi2012-

Minggu, 18 Desember 2011

Hadits Arbain ke 37

Hadits Arbain ke 37
KEADILAN ALLAH TA’ALA, KARUNIA DAN KEKUASAANNYA


1. Arti Hadits
Dari Ibnu Abbas ra. Dari Rasulullah saw., beliau meriwayatkan wahyu dari Tuhannya-Tabaaroka wata’aalaa, Dia berfirman: “Sesungguhnya Akkah menetapkan kebaikan-kebaikan dan keburukan-keburukan kemudian menerangkannya. Barangsiapa berhasrat mengerjakan kebaikan namun tidak jadi mengerjakannya, maka Allah mencatat di sisi-Nya satu kebaikan seutuhnya. Jika ia berhasrat mengerjakan kebaikan lalu benar-benar mengerjakannya, Allah mencatat nilai kebaikan itu sepuluh kali sampai tujuh ratus kali lipat, bahkan berlipat ganda lagi. Dan barangsiapa berhasrat mengerjakan keburukan namun tidak jadi mengerjakannya, Allah mencatat di sisi-Nya satu kebaikan seutuhnya. Jika ia berhasrat mengerjakan keburukan lalu benar-benar mengerjakannya, Allah hanya mencatat satu keburukan untuknya.” (Hr. Imam Bukhori dan Muslim)

2. Pelajaran dari hadits
a. Setiap amal baik yang dikerjakan oleh seorang muslim akan dilipatgandakan 10 kali lipat sampai 700 kali lipat sampai beberapa kali lipat yang tak terhingga, dan setiap amal buruk yang dikerjakan seorang muslim akan ditulis 1 kali keburukan.

“Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).”QS Al An’aam 160.

Tetapi keburukan kadang-kadang dampak dosanya akan lebih besar karena dilihat dari sisi masa, tempat, atau pelakunya. Misalnya:
- Keburukan ketika dikerjakan di bulan-bulan yang mulia (dzulqo’dah, dzulhijjah, muharram, dan rajab) maka dosanya akan lebih besar disbanding bulan-bulan lainnya karena bulan-bulan tersebut lebih mulia bagi Allah swt disbanding bulan-bulan yang lain.
- Keburukan manakala dikerjakan pada saat melaksanakan ibadah haji
- Keburukan jika dikerjakan oleh orang yang lebih mulia derajatnya bagi Allah dan kekuatan ma’rifatnya kepada Allah serta kedekatan ia kepadaNya.

“Hai isteri-isteri Nabi, siapa-siapa di antaramu yang mengerjakan perbuatan keji yang nyata, niscaya akan di lipat gandakan siksaan kepada mereka dua kali lipat. Dan adalah yang demikian itu mudah bagi Allah.” QS Al Ahzab 33

b. Berkeinginan dan bertujuan untuk beramal baik akan ditulis 1 pahala, berkeinginan dan bertujuan untuk beramal keburukan tidak akan ditulis dosa baginya jika tidak berhasil untuk dikerjakan
c. Karunia Allah yang sangat besar kepada hamba-hambaNya, dimana Allah swt tidak membinasakan umat ini kecuali mereka tidak menjatuhkan diri mereka sendiri kepada kerusakan dengan melanggar batas-batas Allah, mengerjakan dosa dan berpaling dari kebajikan.
d. Malaikat mengetahui keinginan dan tujuan manusia baik dengan ilham atau dengan disingkapnya hati seseorang
e. Rahmat Allah swt kepada hamba-hambaNya yang beriman sangatlah luas, Maha Pengampun kepada seluruh umat manusia yang bertaubat kepadaNya dan pemberianNya tidak terbatas
f. Allah tidak menindak kepada pembicaraan hati dan berfikir maksiat kecuali dibuktikan dengan amal anggota
g. Seorang muslim harus senantiasa berniat untuk mengerjakan kebaikan, agar ditulis kebaikan untuknya, melatih diri untuk mengerjakannya ketika dimudahkan sebab-sebab untuk mengerjakannya
h. Ikhlas dalam mengerjakan taat dan meninggalkan maksiat adalah sebagai dasar untuk mendapatkan pahala dan semakin tinggi ikhlasnya maka semakin besar dan semakin banyak pahalanya.


Sumber : Buku Mudzakiroh Hadits II, Oleh: M.Sirojudin, Lc, Ma’had studi dan da’wah Islam IQRO’

Senin, 12 Desember 2011

(Ikan, Laron dan Semut –by: FATIH)


Aku senang, aku senang
Tapi bingung, aku bingung
Aku senang, aku senang
Tapi heran, aku heran..

Dan akupun bertanya..
Pada semua ikan di kolam
Tiadakah kau bosan, disitu…
Dan diapun menjawab,tiada bosan
Walau berada di tempat sekecil ini
Karena ku di sini, setiap hari, bersama Tuhanku

Dan akupun bertanya..
Pada laron-laron berterbangan
Kenapa kau hidup semalam…
Dan Iapun menjawab,Tiada tersiap..
Walau hanya semalam aku hidup di dunia
Karna dalam semalam..
aku hidup, Ku sebut Tuhanku…
back to *)

Dan akupun bertanya..
Pada semut-semut di sarangnya..
Tidakkah kau merasa lelah bekerja…
Dan Dia pun menjawab, Tiada lelah..
Walau sepanjang hidup aku terus bekerja,
Karna setiap saat dalam bekerja, bersama Tuhanku..

Dan ikanpun menjawab,tiada bosan
Walau berada di tempat sekecil ini
Karena ku di sini, setiap hari, bersama Tuhanku

Dan laronpun menjawab,Tiada tersiap..
Walau hanya semalam aku hidup di dunia
Karna dalam semalam,aku hidup, Ku sebut Tuhanku…

Dan semutpun menjawab, Tiada lelah..
Walau sepanjang hidup aku terus bekerja,
Karna setiap saat, dalam bekerja, bersama Tuhanku..

Dan aku bertanya, pada jiwaku
Sejauh apa…hidup tanpa Tuhanmu
Dan aku bertanya, pada hatiku
Sedalam (selama) apa…hidup tanpa Tuhanmu
Dan aku bertanya, pada diriku
Sekeras apa… kerja tanpa Tuhanmu (3x)


Aku malu dengan ikan, laron dan semut…
aku bertanya pada jiwaku, hatiku, dan diriku….

gudanglagu.com

biarlah


meskipun diri ini seseorang yang berkepribadian sensitif, aku tidak akan pernah menangis karena dunia. Airmata dunia rasanya telah kuhabiskan 2 tahun lalu, penolakan STIS dan STAN. Tapi ini berbeda. Kejadian yang begitu mengiris hati. Kenapa kalian begitu memaksa aku untuk melakukan hal yang benar-benar tidak dapat ku lakukan. Kenapa kalian terus menerus menyakiti perasaan ku dengan selalu melakukan hal yang sama ??

aku mencoba untuk tidak akan menyalahkan keadaan dan kalian.
Introspeksi diri.
Beradaptasi dengan lingkungan baru. lingkungan yang sangat jauh berbeda dengan lingkungan saya terdahulu. aman, nyaman, dan hijau.
masih sering aku menyalahkan diriku sendiri, kenapa bisa-bisanya aku berada di tempat ini. namun, rasa ridho kepada takdirNya lah yang membuatku bertahan. sampai detik ini masih berusaha keras mencari hikmah terdalam kenapa Allah swt menempatkanku disini.

mewarnai, dan bukan terwarnai.
memang tidak terwarnai sih, namun untuk mulai mewarnai itu ternyata tidaklah mudah. cukup sulit apalagi dengan kondisi yang 180 derajat belum kupahami. dengan orang-orang dan sifat mereka yang tidak ku mengerti sama sekali.

visi menciptakan kesholehan umat dari kesholehan pribadi pun sulit kuciptakan. malahan, merekalah yang terkadang menjadi musuh dalam dakwahku sendiri. menyakitkan. tiga tahun dalam rumput yang hijau mungkin melenakanku. membuatku hanyut dalam nyaman dan tenangnya dakwah ini. dan ketika Allah menempatkanku disini, aku belum siap.

5 tahun yang lalu di sekolah itu, awal prinsip syar'i mulai tertanam dalam diri, hingga selama tiga tahun membuatnya melekat dalam diriku, segala puji hanyalah untuk Allah swt. disaat waktunya aku harus pergi darinya, aku siap. namun, kesiapanku mungkin belum sempurna. aku belum siap dengan oranglain disekitarku yang berbeda prinsip denganku. ingin rasanya membagi hidayah dan rasa yang kurasakan, namun sulit mereka terima. atau mungkin, mereka pikir akulah yang aneh dan seharusnya mengikuti prinsip mereka. entahlah.

prinsip ini, begitu mengikatku. tapi aku senang, karena itu adalah tanda bahwa Allah mencintaiku, dan selalu menjagaku. tapi aku sedih, karena mereka terus menerus menyakitiku dengan perkataan dan sikap yang mereka lakukan. ya Rabb, mengapa tantangan dakwah kini rasanya semakin sulit, dan mengapa Engkau takdirkan aku melewati fase ini, disini? mengapa tidak Engkau biarkan aku berada di tempat yang kembali hijau seperti sedia kala. hikmah apa ya Rabb, yang Engkau selipkan di dalamnya?

yang kini kian terasa, aku semakin dekat denganNya, mencintaiNya. merasakan Allah dalam setiap gerak langkahku, desah nafasku, dan tidur malamku. memang hidup adalah pilihan. disaat mereka sibuk mencari cinta, aku harus sibuk mencari iman...